Berselimut Air Mata
Oleh Indri Hapsari
Logikaku menyelidik
Berperan bak detektif
Memahami setiap gundah
Menelaah kenaifan tingkah
Menuntut kepastian rasa
Diriku terhadapmu
Sungguhkah cinta?
Mungkin beribu pupuk telah terbubuh
Tuk menyemai benih keindahan
Tuk memekarkan bunga bahagia
Benih bunga bernama cinta
Telah mengakar kokoh hingga tak menyisakan
celah
Iya, namamu tumbuh dengan indah
Memberi warna dalam jiwa
Cinta ….
Kodratnya membahagiakan
Nyatanya hatiku sungguh terbeban
Bersebab dusta tuk pungkiri rasa
Mimpi pun tinggal sebatas asa
Sungguh tiada guna
Tatkala diriku tersadar
Inginku bisa mengucap
Harapku sanggup mengungkap
Segala angan terpendam
Yang tertunda tuk diutarakan
Tapi percuma saja
Senyum yang kau tebar
Perhatian yang kau suguhkan
Sungguh nyata bukan untukku
Aku rapuh
Hatiku keruh
Semua juang berimbal kekosongan
Tak sanggup lagi melawan
keputusasaan
Bagaimana tidak?
Mata hatimu tak sanggup mengenali
cinta
Engkau tak mampu merasakan
kehadirannya
Sudahlah
Aku mengaku kalah
Mustahil tuk tetap tegar
Kala pedih menyayat hati
Kala sedih menyelimuti mimpi
Mendung pun meraja
Terjaga disudut mata
Dan hujan memaksa tuk tetap singgah
Pilu hingga sendu berkecamuk dalam
dada
Menggerogoti jiwa lemah tanpa iba
Cintaku berselimut air mata
Andai tiap tetes yang berharga
Mampu menghapus segala derita
Tapi, mungkinkah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar