Sabtu, 07 November 2015

Puisi 'Berselimut Air Mata'



Berselimut Air Mata
Oleh Indri Hapsari

Logikaku menyelidik
Berperan bak detektif
Memahami setiap gundah
Menelaah kenaifan tingkah
Menuntut kepastian rasa
Diriku terhadapmu
Sungguhkah cinta?

Mungkin beribu pupuk telah terbubuh
Tuk menyemai benih keindahan
Tuk memekarkan bunga bahagia
Benih bunga bernama cinta
Telah mengakar kokoh hingga tak menyisakan celah
Iya, namamu tumbuh dengan indah
Memberi warna dalam jiwa

Cinta ….
Kodratnya membahagiakan
Nyatanya hatiku sungguh terbeban
Bersebab dusta tuk pungkiri rasa
Mimpi pun tinggal sebatas asa
Sungguh tiada guna

Tatkala diriku tersadar
Inginku bisa mengucap
Harapku sanggup mengungkap
Segala angan terpendam
Yang tertunda tuk diutarakan

Tapi percuma saja
Senyum yang kau tebar
Perhatian yang kau suguhkan
Sungguh nyata bukan untukku

Aku rapuh
Hatiku keruh
Semua juang berimbal kekosongan
Tak sanggup lagi melawan keputusasaan
Bagaimana tidak?
Mata hatimu tak sanggup mengenali cinta
Engkau tak mampu merasakan kehadirannya

Sudahlah
Aku mengaku kalah
Mustahil tuk tetap tegar
Kala pedih menyayat hati
Kala sedih menyelimuti mimpi
Mendung pun meraja
Terjaga disudut mata
Dan hujan memaksa tuk tetap singgah

Pilu hingga sendu berkecamuk dalam dada
Menggerogoti jiwa lemah tanpa iba
Cintaku berselimut air mata

Andai tiap tetes yang berharga
Mampu menghapus segala derita
Tapi, mungkinkah?

                                                                Lumajang, 5 Februari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar