Sabtu, 07 November 2015

Cerpen 'Canda Tawa Sahur Pertamaku'



Canda Tawa Sahur Pertamaku
Oleh Indri Hapsari

            “Ting.. nong.. ting.. glung..”
            Alunan musik gamelan terdengar merdu di telingaku. Terdengar pula nada-nada musik patrol yang sangat berirama. Tak ketinggalan suara merdu Takmir Masjid Darul Falah menyeru “Sahuuur… Sahur Sahur Sahuuurr..”            
Sayup-sayup aku buka kedua mata ini. Tersadar bahwa ini adalah sahur pertamaku. Aku bangkit dan segera membangunkan adik laki-lakiku untuk sahur. Kemudian aku pergi ke dapur untuk sekedar membantu ibu menyiapkan santap sahur. Sepertinya semua sudah siap. Hanya tinggal menyeduh teh manis. Aku aduk gula bersama seduhan teh di dalam secangkir gelas berukuran besar yang sudah diracik oleh ibuku.
“Ting ting ting.. Sruutt..” Aku mencicipi rasa teh tersebut.
“Hmmmm.. mantap.” Aku tersenyum.
“Gimana nduk, manis ?” tanya ibu padaku.
“Nggak.. hehe.”
Ibu hanya tertawa lalu menyuruhku untuk menambahkan gula. Kini semua sudah selesai dan siap untuk disantap. Eh, ternyata ‘Gembul’ kucing peliharaan adikku ikut bangun dan sekarang sudah berdiri tepat di ambang pintu kamar. Mungkin kucing itu mau ikut sahur. Hehe.. Benar saja, kini keempat kursi sudah terisi oleh aku, ibu, adik dan kucingku. Kami tertawa melihat tingkah hewan kesayangan Nabi ini. Nenekku yang baru saja bergabung juga ikut tertawa. Gembul duduk dengan tenang seolah menunggu untuk sahur bersama.
“Meong..meong..meong..” Terdengar suara kucing dari luar rumahku. Dia terus saja mengeong hingga aku membuka gorden rumahku. Ternyata itu Sireng, kucing tetanggaku.
“Hei, lihat itu Sireng. Hehe.. Iya, kami sudah bangun. Ini Gembul juga sudah bangun.” Aku berkata selayaknya bercakap dengan manusia. Entah percaya atau tidak rupanya Sireng memahami. Seketika itu dia berbalik arah menuju rumah pemiliknya. Kami semua tertawa dengan situasi ini. Kucing pun bersemangat dengan kedatangan bulan suci Ramadhan ini. Manusia nggak boleh kalah dong. Iya nggak ??
Canda tawa yang sangat rekat ini sungguh kunikmati. Senikmat santap sahur sederhana hasil dari kenduri selepas maghrib tadi. “Alhamdulillah, terima kasih atas segala nikmat-Mu Ya Allah.”


***

Kisah Nyata Ramadhan 2014
Cerpen 'Canda Tawa Sahur Pertamaku' Juara 1 dalam Sayembara Menulis Cerita Super Pendek oleh Muslim Study Fakultas Ekonomi Universitas Malang pada tahun 2014.
Dimuat dalam antologi Survive Dewan Kesenian Lumajang tahun 2014 serta dimuat di majalah SUARA PGRI Lumajang
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar