Sabtu, 07 November 2015

Cinta, Hati dan Teknologi



Cinta, Hati dan Teknologi
Oleh Indri Hapsari

“Berhentilah mengikutiku!” pinta Feby lirih.
“Dengarkan penjelasanku, Feb.” Rio menahan langkah Feby.
“Aku memang tak seberuntung kalian. A … aku.” Kalimat Feby terputus. Bulir berharga kini membasahi pipinya.
“Maaf, aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu. Tak seharusnya caci maki itu terlontar padamu. Aku bisa merasakan pedihmu dengan hatiku.” Jelas Rio.
“Hati?” tanya Feby terheran. ”Kalau memang hatimu berfungsi, tak seharusnya kau ikut merendahkanku.”
“Maaf.” Rio memohon sembari memeluk Feby.
“Cukup.” Feby meronta hingga sukses melepaskan pelukan Rio. “Ingat, cinta sejati tak memandang materi. Harusnya hatimu lebih canggih daripada teknologi yang selalu kau mashurkan dengan gigih.”

Maret 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar