Cinta, Hati dan Teknologi
Oleh Indri Hapsari
“Berhentilah mengikutiku!” pinta Feby
lirih.
“Dengarkan penjelasanku, Feb.” Rio
menahan langkah Feby.
“Aku memang tak seberuntung kalian. A …
aku.” Kalimat Feby terputus. Bulir berharga kini membasahi pipinya.
“Maaf, aku tidak bermaksud menyinggung
perasaanmu. Tak seharusnya caci maki itu terlontar padamu. Aku bisa merasakan
pedihmu dengan hatiku.” Jelas Rio.
“Hati?” tanya Feby terheran. ”Kalau
memang hatimu berfungsi, tak seharusnya kau ikut merendahkanku.”
“Maaf.” Rio memohon sembari memeluk
Feby.
“Cukup.” Feby meronta hingga sukses
melepaskan pelukan Rio. “Ingat, cinta sejati tak memandang materi. Harusnya
hatimu lebih canggih daripada teknologi yang selalu kau mashurkan dengan
gigih.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar